Ini Dia, Sosok Marshall di Balik Pendaratan dan Lepas Landasnya Pesawat Kargo Antonov di YIA

Banyak yang tak menyangka, jika salah satu pesawat kargo terbesar di dunia asal Ukraina Antonov berhasil mendarat mulus di Indonesia. Tak hanya berhasil mendarat, yang menjadi spesial lagi adalah bahwa pesawat berbadan lebar itu mendarat untuk pertama kalinya di bandara yang belum berusia 1 tahun. Ya, Antonov AN124 100 berhasil mendarat dan lepas landas dengan mulus di Bandara Internasional Yogyakarta atau YIA pada Rabu (10/3/2021).

Namun, di balik kesuksesan pendaratan dan lepas landasnya Antonov AN124 100 itu ada sosok seorang marshall atau ''tukang parkir'' pesawat piawai yang bertugas di YIA. Marshall atau petugas yang memandu pesawat yang kendarat agar terparkir sesuai dengan apron yang dimiliki bandara. Ia adalah Rizky Dwi Septiandi seorang marshall yang bertugas untuk memarkirkan Antonov AN124 100 mendarat di YIA.

Rizky merupakan kru marshall dari mitra Bandara YIA yaitu Kokapura Avia sebagai penyedia petugas ground handler. Rizky menceritakan pengalamannya bisa menjadi bagian dari ground handler yang bertugas memandu pendaratan hingga parkir di apron YIA. Meski berusia muda yakni 21 tahun, Rizky sangat bangga di usianya itu bisa merasakan sensasi memandu pendaratan hingga berhasil memarkirkan pesawat berbadan besar itu.

Meski belum banyak merasakan pengalaman marshalling seperti rekan seprofesinya, Rizky termasuk beruntung mendapat kepercayaan dari Kokapura Avia dan Angkasa Pura 1 untuk membantu pengiriman ekspor melalui carter Antonov AN124 100. "Pengalaman yang sangat berharga bagi saya mas. Karena saya sendiri kaget ditunjuk oleh perusahaan untuk bertugas menjadi marshall di pendaratan dan penebangan Antonov di hari yang sama," imbuhnya. Ia juga menceritakan sedikit soal pemilihan dirinya yang dipercaya sebagai Marshall untuk Antonov AN124 100. Rupanya kru ground handler di YIA sudah mendapat informasi soal pendaratan dan penerbangan Antonov AN124 100 sejak 2 pekan lalu.

Rizky bersama kru yang lain telah melakukan briefing ketika mendapat informasi tersebut, meski belum tahu tanggal pasti pesawat Antonov AN124 100 itu mampir di Jogja. "Sebelumnya dari pihak Kokapura dan Angkasa Pura 1 sudah kasih tahu kalau ada pesawat kargo yang di carter sekitar 2 minggu lalu. Kita semua sudah dibagi bagi tugasnya mulai dari kru yang bertugas untuk document checking, kru loading kargo sampai marshall yang bertugas," "Tapi yang unik, kru ground handler belum tahu kapan tanggal pasti Antonov itu tiba di YIA. Jadi kami hanya diberi tugas dan harus briefing untuk mempersiapkan diri supaya tugas ini berjalan sesuai prosedur. Kurang lebih ada 30 an ground handler yang bertugas untuk Antonov AN124 100," ujarnya sambil menceritakan.

Perasaan Rizky makin tak karuan, ketika tiga hari menjelang kedatangan Antonov AN124 100 di YIA diumumkan. Sebelum hari H, ia menyempatkan untuk mebcari tahu soal informasi pesawat yang akan ia pandu untuk parkir di YIA hingga kembali lepas landas. "Jadi kita semua diinformasikan oleh Angkasa Pura 1 tiga hari sebelum Antonov AN124 100 mendarat di Yia. Saya kaget setelah mencari informasi bahwa Antonov ini adalah pesawat terbesar kedua di dunia. Apalagi ini kargo yang akan memuat lebih dari 60 Ton," kata Rizky. Naiki tangga agar terlihat pilot

Hal unik lainnya dalam pendaratan dan lepas Antonov AN124 100 yang memuat barang ekspor cable harness 62 Ton itu adalah saat Rizky harus menaikki tangga. Karena berpostur kecil dan pastinya akan terlihat sangat mini oleh pilot Antonov, Rizky menaikki tangga sambil memberi aba aba agar Antonov AN124 100 terparkir di apron. Rizky menyadari jika ia tak menaikki tangga, maka jarak pandang pilot Antonov dikhawatirkan terganggu meski cuaca saat itu begitu cerah. Meski harus naik tangga sambil memandu, Rizky membuktikan bahwa penunjukkan sebagai marshall Antonov AN124 100 itu sudah tepat dan tugas yang dijalankannya berjalan lancar dan sukses.

"Jadi saya harus naik tangga, mas. Karena dikhawatirkan pilot gak liat saya karena postur saya kecil, karena moncong Antonov itu tinggi dan panjang banget. Alhamdulillah tugas kemarin saya lakukan sesuai prosedur dari YIA dan Antonov, sampai lepas landas pun berjalan lancar," tambah Rizky. Rizky juga bercerita panjang soal kerja sama dengan tim Antonov yang merupakan orang Ukraina saat loading kargo sebesar 62 Ton. Menurutnya, kerja kru Antonov sangatlah sigap dan taat pada prosedur yang berlaku. Saat loading yang berlangsung hampir 6 jam itu, kru Antonov tak segan segan menegur keras apabila ground handler yang bertugas saat loading melakukan kesalahan. Meski hanya insiden kecil saat penempatan barang di lambung pesawat, kru dari Antonov tak mau ada sedikitpun kesalahan agar barang yang dimuat di kargo Antonov tertata rapi.

"Mereka kerjanya harus sesuai prosedur. Gak boleh ada salah sedikitpun, mereka galak banget mas. Apalagi badan mereka tinggi besar, mereka langsung tegur kalau kru kami melakukan kesalahan, jadi profesional banget kerjanya. Tapi secara keseluruhan mereka puas kok dengan kinerja kru kami karena bisa melakukan prosedur yang sudah ditetapkan Antonov," ujar Rizky. Mendaratnya Antonov AN124 100 di YIA kemarin turut meramaikan jagat media sosial khususnya di Jogja. Rizky juga membagikan momen itu di akun media sosialnya yakni Instagram. Aksi marshalling Rizky saat memandu Antonov AN124 100 mendadak viral dna di repost akun aviasi dan akun informasi daerah Kulon Progo.

"Senang rasanya mas. Karena Antonov AN124 100 di YIA itu merupakan pendaratan pertama pesawat dengan body terbesar di dunia. Saya bagikan momen kemarin dan banyak di repost sama akun akun informasi di Jogja," tutup Rizky. Sebagai informasi, Rizky merupakan lulusan Politeknik Penerbangan Indonesia di Curug Tangerang, Banten. Ia lulus di tahun 2019 dan mendapat sertifikat marshall yang membuat dirinya bertugaa di Lanud Adi Sucipto Yogyakarta selama satu tahun. Setelah bertugas di Adi Sucipto, ia ditunjuk Kokapura untuk bertugas di YIA tak lama setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 28 Agustus 2020 lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.