Pegadaian Lolos Asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index dari Kemenperin

PT Pegadaian (Persero) menerima sertifikat Hasil Asesmen INDI 4.0 dari Kementerian Perindustrian RI. Sertifikasi ini diserahkan langsung oleh Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi kepada Diretur Utama Pegadaian Kuswiyoto, Kamis (1/4/2021) pekan lalu. Doddy mengatakan, ada lima pilar yang menjadi indikator penilaian dalam asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index yakni Manajemen dan Organisasi, Orang dan Budaya, Produk dan Layanan, Teknologi, serta Operasi Perusahaan.

Dengan diterimanya sertifikasi ini, Pegadaian dinyatakan sebagai entitas bisnis yang telah matang untuk standar Industry 4.0. Doddy mengatakan, perusahaannya telah mengimplementasikan teknologi informasi di semua aspek. Jajaran manajemen puncak BUMN ini memberikan dukungan penuh terhadap transformasi digital yang dilakukan.

Di sisi lain, para karyawan mempunyai budaya kerja yang baik dalam mendukung program program manajemen. Produk dan layanan yang dihadirkan juga beragam sehingga mampu menjadi alternatif solusi keuangan bagi masyarakat. Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto menyatakan berterima kasih atas diterimanya sertifikasi assesmen INDI 4.0 ini dan berharap sertifikat ini menjadi motivasi seluruh tim di perusahaannya bekerja lebih baik lagi.

“Kami meyakini, hanya perusahaan yang adaptif terhadap perubahanlah yang akan mampu bertahan dan tumbuh secara berkelanjutan. Karena itu kami konsisten melakukan berbagai inovasi sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat,” kata Kuswiyoto. Selain menerima sertifikat hasil asesmen INDI 4.0, pada peringatan HUT ke 120 lalu, Pegadaian juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Perjanjian kerja sama ditandatangani Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan PT Pegadaian (Persero) Damar Latri Setiawan dan Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Arief Witjaksono Juwono Putro. Kerjasama kedua pihak meliputi optimalisasi penerimaan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui produk Gadai dan fasilitas Gadai Peduli. Kedua pihak juga diharapkan dapat mengoptimalkan penyetoran dan pengelolaan dana BPJS melalui outlet Pegadaian, agen, bahkan aplikasi Pegadaian Digit.

Leave a Reply

Your email address will not be published.